3 Masalah Keuangan Generasi Milenial, Apakah Kamu Juga Mengalaminya?

Saat ini, ada 3 masalah keuangan generasi milenial selalu menjadi topik obrolan yang hangat diperbincangkan oleh semua orang . Bukan karena sebab, generasi yang ditandai dengan tahun kelahiran 1980-2000 ini merupakan generasi yang melek teknologi jika dibandingkan generasi sebelumnya dimana banyak masalah baru ditemui terkait masalah keuangan.

Dengan menjadi generasi melek teknologi, para milenial ini pun memiliki gaya hidup dan pola pikir yang berbeda. Seperti apa gaya hidup ala milenial ini? Karena melek teknologi ini membuat gaya hidup yang lebih konsumtif.

Tren belanja online, selalu update gadget terbaru, beli barang barang branded, menghabiskan waktu di coffee shop menjadi bukti bahwa generasi milenial saat ini lebih konsumtif. Selain budaya hidup yang lebih konsumtif, para milenial saat ini juga punya beberapa masalah keuangan yang harus mereka hadapi. Apa saja itu?

1. Sulitnya Menabung

Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa gaya hidup yang lebih konsumtif menuntut gaya hidup yang berbeda karena lebih banyak menghabiskan uangnya untuk membeli secangkir kopi di coffee shop agar terlihat lebih keren dan up-to-date dengan gaya kekinian. Menurut penelitian yang dilakukan oleh IDN Times 2019 bahwa hanya sebesar 10% dari total pendapatan yang disisihkan untuk menabung oleh para milenial ini.

Kecilnya prosentase tersebut menunjukkan bahwa milenial memang tidak suka menabung dan lebih rela menghabiskan uangnya untuk hal lain contohnya secangkir kopi. Bayangkan saja, secangkir kopi dengan harga kurang lebih 50 ribu rela dibeli setiap hari untuk memenuhi gaya hidup daripada menyisihkan uangnya untuk ditabung.

Coba kita buat asumsinya jika membeli kopi seharga 50 ribu dengan seminggu kita membeli sebanyak 3 kali maka dalam kita harus merogoh kocek sebesar 150 ribu, Bagaimana dengan sebulan? Total yang harus kita bayarkan sebesar 600 ribu. Lumayan besar bukan? Jika uang tersebut ditabung bukan tidak mungkin para millennial dapat mempersiapkan dana darurat hingga masa pensiunnya sejak dini hanya dari tabungannya loh.

2. Punya Banyak Utang

Selain susah menabung karena gaya hidup yang lebih konsumtif, para milenial bisa saja semakin terbawa arus untuk memiliki banyak utang. Godaan kartu kredit yang menjamur saat ini ditambah maraknya pinjaman online yang semakin mudah diakses membuat budaya utang ini semakin menjamur.

Padahal penggunaan kartu kredit yang berlebihan sering melupakan penggunanya bahwa terdapat bunga dan denda dalam setiap tagihan. Ketidak pahaman yang mendalam tentang kartu kredit juga menyebabkan milenial seakan-akan lebih menggantungkan dirinya kepada kartu ini dengan upaya dapat memudahkan setiap transaksinya.

Perlu diingat porsi penggunaan cicilan maksimal sebesar 30% dari total pendapatan bulanan agar kamu tetap dapat membayar cicilan tepat waktu. Walaupun semakin naiknya tuntutan gaya hidup dan penggunaan kartu kredit yang membuat utangmu semakin besar dapat diantisipasi dengan lebih bijaknya penggunaan kartu kredit

3. Suka Menunda Investasi

Beban keuangan yang besar seperti utang kerap menjadi alasan utama para milenial melakukan pembelaan untuk tidak sempat memulai investasinya. Tentu saja berpengaruh pada gaya investasi generasi milenial saat ini. Setiap mendapatkan gaji bulanan, yang dilakukan para millennial adalah membayarkan hutang dan cicilan terlebih dahulu yang dimiliki.

Anggaran-anggaran yang dimiliki seharusnya dapat digunakan untuk investasi tetapi terhambat bila utang dibiarkan menumpuk. Padahal di era digital seperti saat ini semakin memudahkan para generasi milenial untuk dapat menyisihkan uangnya guna menyiapkan asset jangka panjangnya. Kecenderungan saat ini dengan menggunakan aplikasi mobile sudah dapat memudahkanmu untuk tetap berinvestasi dengan lebih mudah.

Tiga hal diatas menjadi tiga masalah yang paling sering dihadapi generasi milenial saat ini. Apakah kamu juga mengalaminya? Semoga sahabat Tama bisa menjadi generasi milenial yang lebih bijak dalam menggunakan uangnya ya.

 


Tamasia adalah aplikasi beli emas online logam mulia yang bisa digunakan untuk tabungan emas atau investasi emas jangka panjang dimana saat ini bekerja sama dengan Antam sebagai tempat penyimpanan emas. Kamu bisa beli emas mulai dari Rp 10.000 dan langsung dikonversikan ke dalam bentuk saldo gram tanpa ada biaya simpan. Sehingga setelah mencapai satuan gram minimal 1 gr bisa dicetak dan diterima secara fisik ke alamat kamu. Download Gratis sekarang di Google Play atau di App Store.

Facebook Comments

Share your thoughts