Perbedaan Nabung dan Arisan Emas

Terus Mencetak Rekor Lagi, Apa Penyebab Harga Emas Melonjak Tinggi?

Harga emas selalu mengalami kenaikan dan penurunan setiap harinya. Bukan tanpa alasan harga emas itu naik dan turun. Ada banyak penyebabnya. Dari kondisi perekonomian global hingga kebijakan moneter internasional.

Dari banyaknya penyebabnya itu lah yang membuat harga emas susah diprediksi. Dikarenakan harga emas terus berfluktuatif apalagi harga emas di Indonesia mengikut harga emas dunia. Perdagangan emas dunia juga disebabkan oleh permintaan dan penawaran emas itu sendiri.

Nah, bulan Februari tahun 2020 ini harga emas dunia kembali mencetak rekor mengalami harga tertinggi dari harga pada tujuh tahun yang lalu tepat di tahun 2013. Apa ya penyebabnya?

BACA JUGA: Bagaimana Kinerja Harga Emas Sepanjang Tahun 2019?

Virus Corona Menjadi Penyebab Utama

Harga emas dunia saat ini telah mencetak rekor terbaru jika dibandingkan bulan Januari 2020 lalu. Pada saat itu harga emas terus berusaha merangkak naik hingga di kisaran 1600/ troy ons. Lalu untuk bulan ini harga emas sudah melewati harga 1600.

Pada hari Kamis, 27 Februari 2020 harga emas sudah mencapai 1652/troy ons yang terus mengalami kenaikan. Virus corona yang bernama COVID-19 yang menyebar secara masif di lebih dari 39 negara di dunia membuat kondisi ini menjadi kondisi yang cukup darurat.

Kondisi yang semakin berat ketika virus ini sudah menginfeksi puluhan ribu orang dan menewaskan ribuan orang. Kondisi ini juga menyebabkan banyak perdagangan internasional mengalami gangguan yang cukup membuat rugi banyak pihak.

Semakin meningkatnya gangguan dan kerugian yang ditanggung menyebabkan para investor mulai mengalihkan uang yang ada di aset berisiko seperti saham ke aset bebas risiko seperti emas. Itulah yang membuat permintaan akan emas melonjak tinggi diikuti dengan kenaikan harga emas tersebut. Sejak awal tahun hingga saat ini harga emas sudah naik 8,1%

Tingkat Risiko Terjadi Resesi Semakin Tinggi

Virus Corona yang mengganggu dan mengancam banyak kehidupan manusia saat ini membuat ketidakpastian semakin tinggi. Setidaknya ada tiga negara yang berisiko mengalami resesi, yakni Singapura, Jerman, dan Jepang. Ketiganya memiliki hubungan erat dengan China.

Dampak virus corona berpotensi memangkas pertumbuhan ekonomi China sebesar 0,8-1,3 persen pada semester pertama 2020. Potensi tersebut yang dapat menyebabkan negara mengalami kenaikan risiko terjadi resesi semakin tinggi.

Tidak hanya China, beberapa negara mulai memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini yang membuat harga emas semakin melambung. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dipangkas menandakan bahwa saat ini dan dalam jangka waktu dekat beberapa negara mulai merasakan dampak negatif dari Virus Corona tersebut.

Sementara itu, dari Amerika  perusahaan yang terkenal yaitu Apple Inc menyatakan bahwa perkiraan pendapatan kuartal ke 2 tahun 2020 ini akan mengalami penurunan. Akibat dari terganggunya suplai produk Apple dan mengalami penurunan penjualan di China.

Maka ketika Apple mengumumkan kemungkinan besar pada kuartal 2 akan mengalami penurunan pendapatan itu akan memberikan sentimen negatif pada pasar saham global. Akibatnya pelaku pasar mengalihkan investasinya ke aset aman (safe haven) seperti emas.

Akibat penyebab-penyebab di atas maka harga emas semakin perkasa. Jika kamu belum membeli emas ini adalah waktu yang tepat sebelum harga emas mengalami kenaikan lebih tinggi akibat kondisi global yang semakin mengalami risiko tinggi seperti saat ini.

——-

BACA JUGA:

3 Hal Kelebihan Investasi Dinar Yang Wajib Kamu Ketahui

Perencanaan Keuagan Syariah, Membuat Hidupmu Menjadi Lebih Berkah

3 Kebiasaan Ini Akan Membuat Pengeluaran Semakin Membengkak, Jangan Dibiasakan Ya!

——-

Tamasia adalah Aplikasi beli emas mulai dari Rp 10.000 sehingga kamu bisa memulai untuk punya tabungan emas dan berinvestasi di emas. Tamasia berada di bawah pengawasan Bappebti. Emas aman tersimpan di lembaga kliring resmi dan 100% didukung oleh emas LM Antam. Download gratis sekarang di android dan iOS!

Facebook Comments

Share your thoughts