Emas dalam Islam

Kali ini kita akan membahas Emas dalam islam. Emas saat ini, selalu menjadi salah satu aset/investasi yang diminati oleh semua kalangan dengan cara yang mudah dan murah. Coba bandingkan dengan investasi berbagai aset lainnya seperti tanah, rumah dan lainnya. Tentu saja emas memiliki keunggulan terutama di sisi likuiditas

Sejak jaman dahulu emas digunakan sebagai lambang keagungan dan kejayaan sekaligus kemakmuran. Emas dijadikan ornamen dan hiasan tahta pada bangunan sejak zaman dahulu. Selain itu, emas juga digunakan sebagai alat tukar jika ingin membeli barang, termasuk ketika pada zaman Rasulullah.

Dalam Islam, emas telah disebutkan dalam beberapa ayat Al-Quran seperti,

Surat Al Imran ayat 91:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. “

Surat At Taubah ayat 34:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”

Surat Al Imran ayat 14:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Bagaimana bentuk emas jaman dahulu?

 

Nabi Muhammad SAW juga turut bersabda;

“Akan tiba suatu zaman di mana tiada apa yang bernilai dan boleh digunakan oleh umat manusia melainkan dinar dan dirham.”

(hadist dari Musnad Imam Ahmad Bin Hanbal)

Fatwa MUI mengenai Jual Beli Emas

Karena emas menjadi salah satu investasi yang disukai masyarakat indonesia Maka MUI melalui Dewan Syariah Nasional mengeluarkan fatwa no. 77/DSN-MUI/2010 tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai.

Dalam fatwa MUI menyatakan bahwa “Jual beli emas secara tidak tunai, baik melalui jual beli biasa atau jual beli murabahah, hukumnya boleh (mubah, ja’iz) selama emas tidak menjadi alat tukar yang resmi (uang)”

Dari fatwa tersebut dapat dinyatakan bahwa emas sebagai komoditas dapat menjadi alat investasi selagi bukan menjadi alat tukar. Dengan fatwa tersebut dapat memberikan rasa tenang bagi umat muslim dalam membeli ataupun menjual emas.

Kamu dapat baca & download peraturan fatwa tentang emas disini

Perubahan emas yang selalu berubah hingga saat ini tidak menurunkan value dalam investasi emas tersebut. Selain itu emas sudah disebut beberapa kali dalam ayat Al-Quran sehingga emas menjadi salah satu investasi yang sudah ada sejak jaman dahulu.

Walaupun dalam bentuk batangan emas saat ini dapat dibeli dengan semakin mudah dengan hanya menggunakan aplikasi seperti Tamasia.  Tanpa harus repot untuk datang ke toko emas karena Tamasia Mudah, Murah, Syariah

——-

BACA JUGA:

Diawasi BAPPEBTI Kini Investasi Emas Digital di Tamasia Semakin Aman

3 Kebiasaan Ini Akan Membuat Pengeluaran Semakin Membengkak, Jangan Dibiasakan Ya!

Bingung Mempersiapkan Mahar Pernikahan? Emas Batangan Dapat Menjadi Pilihan

——-

Tamasia adalah Aplikasi beli emas mulai dari Rp 10.000 sehingga kamu bisa memulai untuk punya tabungan emas dan berinvestasi di emas. Tamasia berada di bawah pengawasan Bappebti. Emas aman tersimpan di lembaga kliring resmi dan 100% didukung oleh emas LM Antam. Download gratis sekarang di android dan iOS!

Facebook Comments

Share your thoughts