3 Alasan Agar Kamu Tidak Ikutan Panic Buying Dengan Kondisi Saat Ini

Akhir-akhir ini, di berbagai media memberikan informasi bahwa banyak masyarakat Indonesia dalam kondisi Panic Buying yang diikuti dengan berbagai alasan. Jadi begini, panic buying adalah salah satu kondisi atau fenomena yang dimana masyarakat kebanyakan membeli barang dalam jumlah besar saat munculnya wabah atau bencana.

Kejadian ini terjadi mulai terlihat di beberapa lokasi pusat perbelanjaan. Salah satu pemicu ini adalah ketika Presiden Jokowi menyampaikan informasi secara resmi bahwa terdapat 2 warga negara Indonesia yang positif terkena virus Covid-19 atau yang lebih terkenal dengan virus Corona. Bahkan hingga 11 Maret 2020 terdapat 34 orang yang terkena virus Covid-19 ini di Indonesia (sumber: katadata.co.id)

Beberapa barang seperti masker, hand sanitizer, bahan pokok makanan menjadi incaran masyarakat untuk diborong dengan jumlah yang banyak. Rata-rata orang melakukan ini dikarenakan mulai was-was dengan kondisi virus ini yang dapat menyebar mengingat di berbagai negara sudah menginfeksi ribuan orang.

Apakah kondisi panic buying ini memberikan dampak negatif?

BACA JUGA: 3 Cara Menjaga Kesehatan Dengan Mudah Agar Tetap Sehat dan Bugar

1. Kondisi ini membuat pengeluaran membengkak

Dalam kondisi yang normal pun pengeluaran bisa membengkak apalagi jika kamu ikutan panic buying dengan berbagai alasan. Coba bayangkan jika kamu membeli dan menimbun barang-barang kebutuhan makanan seperti mie instan, beras hingga berkilo-kilo akibat kondisi ini. Pastinya kamu akan mengeluarkan uang yang lebih dari kebutuhan yang seharusnya kamu butuhkan.

Padahal setiap awal bulan kamu sudah membuat anggaran kebutuhan jika kamu tidak dapat mengendalikan kondisi ini dengan baik maka dapat membuat berantakan rencana keuangan yang sudah kamu buat. Selain itu, dengan menimbunnya barang-barang membuatmu akan membuang banyak kebutuhan secara sia-sia karena tidak dapat langsung terpakai.

Parahnya, ini akan memperburuk orang-orang yang belum dapat kebagian dan membuat barang-barang semakin langka dan mahal.

2. Perencanaan Keuangan bulananmu dapat terganggu

Pertanda Masalah Gaji

Pemberitaan di media-media online yang begitu cepat terkadang membuat kebanyakan orang-orang yang melihatnya menjadi merasa terancam. Apalagi ini berkaitan dengan penyebaran virus di dunia. Karena secara psikologis merasa terancam, terkadang membuat kita tidak dapat berpikir secara jernih.

Hasilnya akan membuat keputusan jangka pendek yang membuat ikut-ikutan untuk mulai memborong banyak barang. Kalau kamu sadar, aktifitas ini akan merusak rencana keuangan mu dalam jangka pendek. Bahkan, dapat membuatmu secara impulsif terus mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Padahal kamu masih membutuhkan uang untuk kebutuhan-kebutuhan yang lebih utama.

Belum ditambah pembelian barang dengan menggunakan kartu kredit atau hutang ini akan memberikan dampak buruk dalam jangka panjang. Harus kamu waspadai bahwa beban hutang harus kamu kendalikan.

3. Membuat inflasi mengalami kenaikan

Alasan Panic Buying

Masih ingat pengertian inflasi? Secara sederhana inflasi adalah kenaikan harga barang-barang kebutuhan yang ada di sekitar kita. Kondisi panic buying ini akan memicu beberapa produk akan mengalami kelangkaan karena diborong dan ditimbun oleh sebagian oknum.

Kondisi ini akan mengganggu keadaan ekonomi Indonesia dan membuat inflasi bulanan dapat mengalami kenaikan yang berdampak membuat inflasi tahunan juga mengalami kenaikan.

Dengan kondisi seperti ini, harusnya dapat berpikir lebih jernih dan membeli barang sewajarnya agar tidak terjadi kelangkaan. Walaupun harus waspada dengan penyebaran virus ini, bukan berarti dapat menimbun banyak barang.

Bijaklah dalam berbelanja juga agar pengeluaranmu tidak jebol apalagi di tengah kondisi seperti saat ini.

——-

BACA JUGA:

Terus Mencetak Rekor Lagi, Apa Penyebab Harga Emas Melonjak Tinggi?

4 Tantangan Yang Harus Hadapi Demi Menjalani Hidup Yang Lebih Baik 

3 Hal Kelebihan Investasi Dinar Yang Wajib Kamu Ketahui

——-

Tamasia adalah Aplikasi beli emas mulai dari Rp 10.000 sehingga kamu bisa memulai untuk punya tabungan emas dan berinvestasi di emas. Tamasia berada di bawah pengawasan Bappebti. Emas aman tersimpan di lembaga kliring resmi dan 100% didukung oleh emas LM Antam. Download gratis sekarang di android dan iOS!

Facebook Comments

Share your thoughts